Masih banyak pengemudi mobil transmisi otomatis yang kurang memperhatikan urutan saat menghentikan kendaraan. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah langsung memindahkan tuas ke posisi P (park) sebelum mobil benar-benar berhenti total.
Sekilas terlihat sepele. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa berdampak pada komponen di dalam sistem transmisi.
Direktur Domo Transmisi, Freddy, menjelaskan bahwa memindahkan tuas ke posisi park ketika mobil masih bergerak bukan prosedur yang tepat. Pada posisi P, terdapat mekanisme pengunci yang bertugas menahan putaran output transmisi agar roda tidak berputar.
Jika tuas sudah masuk ke P saat kendaraan masih melaju, meskipun dalam kecepatan rendah, komponen pengunci tersebut akan menerima tekanan mendadak. Beban ini seharusnya tidak terjadi apabila mobil sudah benar-benar diam.
Dalam jangka panjang, tekanan berulang dapat mempercepat keausan pada komponen yang dikenal sebagai parking pawl. Kerusakan memang tidak langsung terasa, tetapi bisa memicu bunyi kasar, hentakan, atau kesulitan saat memindahkan tuas transmisi di kemudian hari.
Freddy menyarankan agar pengemudi memastikan kendaraan sudah berhenti sempurna sebelum memindahkan tuas ke posisi P. Cara yang benar adalah tetap menginjak pedal rem hingga mobil benar-benar diam, kemudian pindahkan tuas secara perlahan.
Menurutnya, selama kendaraan sudah dalam kondisi berhenti total, perpindahan tuas dari N ke P atau langsung ke P tidak menjadi masalah. Hal yang perlu dihindari adalah memasukkan posisi park saat mobil masih bergerak.
Selain itu, saat parkir di jalan menurun, pengemudi juga dianjurkan untuk mengaktifkan rem tangan terlebih dahulu sebelum melepas pedal rem. Langkah ini membantu menahan beban kendaraan sehingga tidak sepenuhnya bertumpu pada sistem transmisi.
Pada akhirnya, urutan sederhana ketika memarkir mobil matik bukan sekadar rutinitas. Kebiasaan yang benar dapat membantu menjaga keawetan komponen transmisi dan mempertahankan performanya dalam jangka panjang.
